Menyambung tulisan Andika,
Selebritis menjadi politisi. Politisi menjadi selebritis.
Keduanya membutuhkan popularitas dan citra.
Coba liat kompas 1 Juni 2008.
Ada satu tulisan menarik mengenai ‘pencitraan tanpa isi’. Kalau di kompas edisi cetaknya, disebutkan secara detail seperti Yusril Izha Mahendra yang brand-minded banget. He’s a big fan of Prada and Hugo Boss suits. Ada juga nama Ade Nasution yang turut dengan bangga menambahkan juga bahwa ia penggemar mobil2 Eropa, sudah memiliki BMW seri 7 di umur 26. Konon katanya politisi butuh citra dari barang-barang ‘lux’, sama halnya dengan selebriti. Kadang saya tertawa nonton infotainment melihat seorang pemain sinetron belasan tahun sudah bisa beli Alphard pake duit sendiri. Kesan yg ditampilkan kok kayanya cari duit gampang banget ya buat mereka? Kini saya tertawa lagi melihat pemberitaan di Kompas.. kok sempet yaa para politisi kita itu memikirkan penampilan disaat keadaan negara lagi kacau bgini? Dengan penampilan yang ‘lux’ itu, bukannya justru memunculkan pertanyaan dan kecurigaan dari masyarakat? bukannya citra mereka pun justru menjadi terancam? Yang lebih menghebohkannya lagi, Ade Nasution sedang merencanakan untuk menyutradarai sebuah proyek film besar yang tujuannya adalah untuk mendongkrak popularitasnya selain di dunia politik juga entertainment. Film ini akan dibintangi oleh Nova Eliza, mantan pemain sepakbola Chelsea dan salah satu pemain dalam serial Heroes (yang tentunya dibayar dengan ribuan dollar). Dan gilanya lagi, film ini akan mengambil lokasi syuting di Prancis, AS, dan Indonesia. Satu kemajuan untuk dunia industri film nasional. Tapi, bagaimana dengan dunia perpolitikan kita? Bisakah para politisi kita fokus dengan tugas mereka disaat mereka harus menjalankan peran kedua sebagai ’selebritis’?
Selebriti=politisi.
Sebenernya sih gpp asal si seleb punya kapabilitas yg cukup untuk ngejalanin peran politiknya. Nah, masalahnya seleb Indonesia mampu ga?? Take a look at US politics. Udah banyak seleb yg masuk dunia politik dan dianggap relatif sukses di dunia politik. Siapa sih yg ga kenal Ronald Reagan? Dan Reagan pun dianggap salah satu presiden yg cukup berhasil di masanya.
Should we educate our celebrity to be capable in politics? or should we put our politician in our infotainment so they can easily recognize by the people?
Write that one, hon…haha..
That thingy for real? Well of course I’m refering to that big movie project, not that politics sh*t ( no offense
). I wonder which heroes cast will be join in that movie… I hope it’s Ali Larter, hehe. And yes, we should put our politicians in our infotaintment so they can easily recognize by the people. It works for me, I believe it’ll work for others
mariiiii……….
wow politikal bgt posting-nya…
salam kenal
G.H.
unmacchiato.blogspot.com
“ARRTIISS”..dipikir gampang kerja jadi dewan??dipikir kerja jadi dewan itu cuma ngapalin script doank trus acting pas lagi rapat? Apa yang terjadi di Negara ini??mana kader-kader yang seharusnya sudah terlatih, terdidik, memahami politik dan rakyat?? udah jarang CALEG yang memang berbasis kompetensi dengan intelegensi politik tinggi, yg ada sekarang partai yang mengandalkan orang-orang dengan image televisi. Image Televisi hanya menampilkan satu sisi, postif tanpa negatif..
haduuhh maaf ya gw tersesat di blog punya siapa pun gw gatau,,,gw cuma takut negara gw hancur dari hal2 yg kyk gini,,,dan gw udah terlalu kesel sama artis2 yang cuma jual diri doank,,,
sekali lagi maaf
ubayeari.wordpress.com
Che, yang brand minded itu Yusron Ihza Mahendra, adiknya Yusril. Coba liat lagi deh